Tema Gambar Slide 1
Tema Gambar Slide 1
Tema Gambar Slide 2
Tema Gambar Slide 2
Tema Gambar Slide 3
Tema Gambar Slide 3
Kamis, 09 Agustus 2018
Rabu, 08 Agustus 2018
APLIKASI DAPODIK PAUD 2018/2019 AKAN SIAP DIRILIS
PENJELASAN TENTANG APLIKASI
Aplikasi Paud Dikmas adalah aplikasi yang digunakan untuk melakukan
penjaringan Data Pokok Pendidikan Usia Dini, Non Informal dan Informal –
Pendidikan Masyarakat (. PAUD-DIKMAS) yang terintegrasi sehingga dapat
digunakan oleh entitas lembaga pemerintahan dibawah Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Aplikasi Dapodik PAUD VERSI 3.3.0 2018
- DAFTAR PERUBAHAN
- Registrasi Offline
- Sinkronisasi Offline
Dalam sinkronisasi Dapodik PAUD terdapat 2 metode, yaitu Sinkronisasi secara online dan offline. Metode ini harus diterapkan secara konsisten.
Penjelasan:
1. Sinkronisasi Online.
Ketika registrasi dilakukan secara online, maka sinkronisasi juga harus dilakukan secara online. Metode ini seperti versi sebelumnya (versi 3.0.0 s/d versi 3.2.2).
2. Sinkronisasi Offline.
Sebaliknya jika registrasi dilakukan secara offline maka sinkronisasi pun harus dilakukan secara offline, yaitu dengan mengirimkan file backup sinkron untuk diupload melalui bantuan dinas setempat atau melalui link manajemen paud-dikmas. Metode registrasi offline dilakukan dengan cara mendaftarkan data pengguna/operator lembaga melalui manajemen paud- dikmas, kemudian mendownload file prefill yang akan digunakan untuk registrasi secara offline di aplikasi Dapodik PAUD.
Sinkronisasi Offline
Catatan:: Registrasi dan sinkronisasi offline hanya diberlakukan untuk
beberapa wilayah yang sudah ditentukan oleh Ditjen PAUD-Dikmas,
Kemdikbud. Untuk wilayah selain yang sudah ditentukan, supaya tetap
menggunakan metode sinkronisasi online.
operator sekolah dapat memantau dan melihat perkembangan mengenai aplikasi dapodik dan kapan dirilis aplikasi dapodik, info mengenai Dapodik PUAD dan DIKMAS bisa di pelajari dalam web resmi https://dapo.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/
HASIL PENGUMUMAN PPG 2018
Sertifikasi guru adalah
proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru. Sertifikat pendidik diberikan
kepada guru yang telah memenuhi standar profesional guru. Guru profesional
merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas.
Sesuai dengan jadwal
bahwa pengumuman PPG 2018 yang akan dipublikasikan , apakah anda sudah tau cara cek pengumuman PPG tersebut?
Berikut kami akan
berikan info update mengenai Lihat Pengumuman PPG 2018 Daftar Nama Kelulusan Resmi.
Setelah pretes yang berlangsung semuanya tentu penasaran
siapa saja yang masuk dan boleh ikut diklat PPG gelombang pertama, dan
penentuan siapa yang akan ikut Diklat PPG ini adalah yang memperoleh nilai
tinggi dari standar kelulusan.
Cara Pertama : Silahkan akses Situs Resmi PPG 2018
Cara Pertama : Silahkan akses Situs Resmi PPG 2018
Cara melihat hasil pengumuman nya bisa di akses melali http://ap2sg.sertifikasiguru.id/pub/index.php?pg=pretes
bagi yang ingin melihat informasi
terbaru yang ada, anda harus sering sering melihat informasi dan penjelasannya mengenai sertifikasi guru, di SINI
Cara Kedua :
Menghubungi admin operator dinas pendidikan
bagi yang juga
tidak menemukan info pengumuman kelulusan di web resmi maka bisa langsung
menghubungi operator dinas pendidikan Kabupaten masing-masing untuk mendapatkan rilis
daftar nama yang lulus dalam pretes PPG tahun 2018.
Baca Juga : Kalender Pendidikan Aceh Terbaru 2018/2019
Selasa, 07 Agustus 2018
Kalender Pendidikan Aceh Terbaru 2018/2019
BANDA ACEH - Kepala
Dinas Pendidikan Aceh menandatangani Kelender Pendidikan Aceh tahun ajaran
2018/2019 di aula hotel permata hati Selasa 07/08/2018
Sebelum Kelender
Pendidikan Aceh ini di tandatangani, Syaridin mengulas bahwa kalender
pendidikan adalah pedoman pelaksanaan kegiatan di sekolah. Kelender ini juga
sudah terakomodar kearifan lokal yaitu bernuansa Islami. Dalam kalender
Pendidikan sudah termasuk libur hari hari besar Islam, seperti libur mengang
dan lebaran Idul Fitri dan idul Adha, “ulas mantan Kadisdik kota Banda Aceh di
hadapan Kadisdik dan Kankemenag kabupaten kota.
Syaridin menambahkan
selain hari libur Nasional, keagamaan Islam, juga mengatur hari libur semester
dengan memperhatikan hari efektif yang menjadi hak anak untuk belajar di
sekolah. Hari efektif semester I adalah 129 hari 21 Minggu dan 122 hari 20
Minggu efektif untuk semester II.
Kakankemenag Kota
Langsa, Drs. Salahuddin, M.Pd mewakili Kakanwil Kemenag Aceh ikut menyaksikan
prosesi penandatanganan kalender Pendidikan Aceh. Kami dari Kankemenag sudah
siap ikut aturan yang termaktub dalam kalender ini. Salahuddin juga menyahuti
dan siap ikut aturan PPDB tahun 2019 dengan waktu bersamaan dengan semua
sekolah termasuk kami MI, MTs dan MA seluruh Aceh.
Syaridin juga meminta
tidak ada lagi sekolah baik TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA SMK/MA melakukan
kegiatan berbeda beda. “Bila libur bersama, ujian juga bersama, “ajak Syaridin.
Majelis Pendidikan
Daerah harus bisa menjembatani antara dinas cabang, Dinas Pendidikan kabupaten
dan Kankemenag agar kebersamaan dapat terwujud sehingga iklim kondusif akan
tercipta di semua sekolah.
Senin, 06 Agustus 2018
Perbedaan Dejarah dan Ilmu Sosial Lainnya
Perbedaan Sejarah Dengan Ilmu Sosial Lainnya
Perbedaan Sejarah Dengan Ilmu Sosial Lainnya – Persamaan ilmu sejarah
dengan ilmu sosial lainnya adalah obyek yang dimiliki sama, yaitu manusia.
Terdapat beberapa jenis pengetahuan manusia (human knowledge) yang umumnya
diklasifikasikan menjadi tiga,yaitu ilmu-ilmu alamiah (natural sciences),
ilmu-ilmu sosial (social sciences), dan ilmu-ilmu kemanusiaan (humanities) atau
sering disebur humaniora.
Humaniora mempelajari sejarah dari apa yang telah dibuat dan dipikirkan
manusia melalui penelitian. Pokok-pokok kajian humaniora adalah filsafat,
sastra, sejarah, dan seni. Dengan tetap berpegang pada asas-asas keilmuan,
dalam penulisannya sejarawan memerlukan bahasa dan seni.
Di sinilah sejarah masuk dalam kategori kelompok humaniora. Hal ini
disebabkan sejarawan menggunakan seni dan retorika dalam melakukan deskripsi
dan narasi sejarah.
Perbedaan Sejarah Dengan Ilmu Sosial Lainnya
Sama dengan ilmu-ilmu sosial lainnya, sejarah mempunyai metodologi
penelitian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Langkah-langkah heuristik
dan kritik sumber adalah metode ilmiah sejarah yang harus dapat
dipenanggungjawabkan.
Fokus kajian sejarah adalah manusia dan hubungannya dengan manusia
lain, sama halnya dengan kajian dalam ilmu-ilmu sosiologi, antropologi,
psikologi, geografi, ekonomi, dan sebagainya. Namun demikian, antara ilmu
sejarah dengan ilmu-ilmu sosial lainnya memiliki perbedaan seperti berikut ini.
Sejarah Terikat Oleh Waktu
Sejarah sangat menekankan faktor waktu, seperti kapan peristiwa
tersebut terjadi, di mana, oleh siapa, dan sebagainya. Sementara ilmu sosial
yang lain bersifat umum. Kronologi merupakan ciri khas utama yang membedakan
illmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial lainnya.
Sejarah Terikat Oleh Tempat
Keterikatan sejarah oleh ruang atau spasial dikarenakan sejarah
memiliki sifat yang unik dan einmalig (terjadi hanya sekali). Artinya, bahwa
kejadian sejarah hanya sekali terjadi, dan tidak mungkin peristiwa sejarah
terulang lagi. Dengan demikian tidak ada istilah sejarah berulang, yang ada
adalah kemiripan peristiwa dalam sejarah.
Sejarah Menekankan
Kekhususan
Kecerikatan akan tempat dan waktu menjadjkan sejarah sebagai kajian
yang unik atau khusus. Dalam kajian sejarah, ketika membicarakan perlawanan
rakyat Indonesia di berbagai daerah dalam menentang kolonialisme dan
imperialisme Barat, akan mengutamakan kekhususan perlawanan perlawanan
tersebut
Sejarah Bersifat Unik
Sedangkan Ilmu Sosial Bersifat Generik
Penelitian sejarah akan mencari hal-hal yang unik, khas, hanya berlaku
pada sesuatu, disitu (di tempat itu dan waktu itu) sejarah menulis hal-hal yang
tunggal dan hanya sekali terjadi. Topik-topik sejarah misalnya Revolusi
Indonesia, Pertempuran Surabaya. Revolusi Indonesia hanya terjadi sekali.
Sedang topik-topik ilmu sosial lainnya misalnya sosiologi hanya menerangkan
hukum-hukum umum terjadinya suatu proses.
Sejarah Bersifat Diakronik
Sejarah bersifat diakronik (menenangkan proses), sedangkan ilmu sosial
itu sinkronik (menenangkan truktur). Artinya sejarah itu memanjang dalam waktu,
sedangkan ilmu sosial meluas dalam ruang. Sejarah akan membicarakan satu
peristiwa tertentu dengan tempat tertentu, dari waktu A sampai waktu B.
Sejarah Bersifat Ideografis
artinya melukiskan, menggambarkan, memaparkan, atau menceritakan. Ilmu
sosial nomotetis artinya berusaha mengemukakan hukum-hukum, misalnya sama-sama
menulis tentang revolusi, sejarah dianggap berhasil bila ia dapat melukiskan
sebuah revolusi secara mendetail hingga hal-hal yang terkecilpun. Sebaliknya
ilmu sosial akan menyelidiki revolusi-revolusi dan berusaha mencari hukum-hukum
yang umum berlaku dalam semua revolusi.
Sejarah Sosial dan Ilmu Sosial
SEJARAH
SOSIAL DAN ILMU-ILMU SOSIAL
SEJARAH
SOSIAL DAN ILMU-ILMU SOSIAL
1.
Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial
Sejarah sebagai ilmu, termasuk
salah satu ilmu-ilmu sosial karena fokus kajiannya juga
menyangkut manusia, sebagaimana kajian dari ilmu sosial lainnya
seperti sosiologi, antropologi, politik, dan ekonomi. Namun cara pendekatannya
mempunyai perbedaan dengan ilmu sosial lain. Sejarah lebih menitikberatkan pada
perkembangan aktivitas manusia pada masa lampau. Bahkan Karl R. Popper dengan
tegas mengatakan ilmu sosial adalah. Ilmu-ilmu sosial pun menggunakan
pendekatan historis untuk dapat mengungkapkan kecenderungan-kecenderungan serta
pola-pola umum sebelum melakukan ramalan-ramalan (prediksi) masa yang akan
datang (Sartono Kartodirdjo, 1992:209).
1.1
Perbedaan Sejarah dengan Ilmu-ilmu Sosial lain
Adapun hal-hal yang membedakan
antara sejarah dengan ilmu-ilmu sosial lain yaitu:
- Faktor waktu.
- Pendekatan atau
persfektif.
1.2
Perbedaan Berdasarkan Faktor Waktu dan Tempat
Sejarah mempunyai kedudukan
unik didalam rumpun ilmu-ilmu sosial. Meskipun sejarah termasuk sebagai salah
satu dari ilmu-ilmu sosial, namun antara sejarah dan imu-ilmu sosial lainnya
masih dapat dibedakan. Kajian sejarah terikat pada aspek temporal (waktu)
terutama pada masa lampau (past). Faktor waktu ini menjadi pembeda
antara sejarah dengan ilmu sosial lainnya, sehingga sering dikatakan bahwa
sejarah adalah kajian yang berkaitan dengan manusia dan masyarakatnya pada masa
lampau. Sedangkan ilmu-ilmu sosial mengkaji tentang manusia atau masyarakat
manusia pada masa sekarang (present). Seringkali kajian dari ilmu-ilmu
sosial itu digunakan untuk kepentingan masa yang akan datang atau untuk
meramalkan (memprediksikan) kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi
pada masa-masa yang akan datang (future).
Selain
faktor waktu di kajian, sejarah juga terikat pada tempat (spasial)
tertentu. Suatu peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan manusia atau
masyarakat manusia pasti terjadi di suatu temapat tertentu. Kajian ilmu-ilmu
sosial bukanlah tidak memperhatikan masa lampau tertentu, tetapi aspek
kelampauan dan tempat khusus ini tidak terlalu dihiraukan.
1.3
Perbedaan Berdasarkan Pendekatan atau Persfektif
Selanjutnya antara sejarah dan
ilmu-ilmu sosial lainnya berbeda dalam pendekatan atau persfektif. Jika sejarah
menggunakan pendekatan diakronik, maka ilmu-ilmu sosial menggunakan pendekatan
sinkronik. Kajian sejarah meskipun tidak identik dengan kronik, tetapi
kronologi (urutan waktu) dari kejadian-kejadian kedudukannya sangatlah penting.
Fenomena sejarah yang hendak ditandai secara utuh memerlukan suatu pendekatan
diakronik. Sebaliknya ilmu-ilmu sosial mencoba melihat fenomena
peristiwa-peristiwa yang hampir sama pada tempat-tempat berbeda atau pada waktu
yang berbeda-berbeda sehingga kelihatannya sebagai garis mendatar atau
horizontal. Dengan saling ketergantungan fungsi unsur-unsur sehingga fenomena
sebagai suatu kesatuan dapat ditandai dengan tepat.
1.4
Contoh Perbedaan Berdasarkan Pendekatan atau Persfektif
Salah
satu contoh tentang aspek diakronik dan sinkronik, dapat
dilihat pada perbandingan beberapa revolusi yang pernah terjadi di
dunia. Revolusi Amerika (1776), Perancis (1789), Rusia (1917) dan Indonesia
(1945). Dalam membahasa Revolusi itu sejarah akan melihat perbedaan antara
keempat revolusi tersebut. Perbedaan itu bukan saja menyangkut aspek waktu dan
tempat melainkan juga sebab musabab dan para pelakunya. Oleh sebab itu sejarah
akan mempelajari secara individual setiap revolusi itu. Tinjauan sejarah akan
mengkaji tentang masa-masa sebelum revolusi itu. Jadi sejarah melihat asal mula
(genesis) dari revolusi ke masa-masa sebelumnya serta perkembangan selanjutnya
dari masing-masing revolusi itu. Di Amerika ada konflik kepentingan antara
pemahaman para kolonis yang ingin melepaskan diri dan merdeka dan merdeka
dengan negeri induknya (Inggris) yang tetap ingin mempertahankan koloninya; di
Perancis terjadi konflik kepentingan antara rezim lama yang absolut dengan
golongan kelas menengah yang ingin berkuasa secara politis; dan Indonesia ada
konflik antara kolonialis Belanda yang ingin kembali menjajah dengan bangsa
Indonesia yang baru merdeka dan ingin tetap mempertahankannya. Jadi fenomena
konflik yang lebih mendalam menjadi kepedulian utama daripada sejarah asal-usul
timbulnya revolusi. Adapun data sejarah dari masing-masing negara yang
dipergunakan oleh ilmu-ilmu sosial adalah sekedar alat untuk memperkuat
argumentasi bagi generalisasi atau hukum yang ingin ditariknya.
Ilmu-ilmu
sosial akan mencoba membahas persamaan dari semua revolusi itu
tanpa terlalu memperhatikan perbedaan wakyu dan tempat-tempat terjadinya
revolusi itu. Ilmu politik misalnya akan mengkaji fenomena atau proses politik
atau sosial yang sama seperti revolusi atau perang kemerdekaan yang terjadi
dimana saja atau kapan saja di muka bumi ini jika situasi atau kondisinya
serupa dengan di Amerika, Perancis, Rusia ataupun Indonesia. Ilmu sosial
melihat pada perbedaan waktu dan tempat, melainkan pada persamaan adanya
situasi dan kondisi konflik kepentingan yang menyebabkan timbulnya revolusi
itu.
Pengkajian
sejarah lebih menekankan pada kekhasan atau kekhususan dari
masing-masing revolusi atau perang kemerdekaan. Revolusi Amerika misalnya
dikaji lebih mendalam mengenai sebab musabab serta perkembangan revolusi
sehingga tampak kekhasannya jika dibandingkan dengan revolusi di negara lain.
Oleh karena itu sejarah disebut juga sebagai kajian ideografik atau
partikuristik, kekhasan. Menurut Ankersmith (1984: 251-252) Sejarah melukiskan
dan menafsirkan suatu peristiwa yang hanya satu kali terjadi. Sebaliknya
kajian-kajian ilmu-ilmu sosial akan menekankan pada fenomena-fenomena yang sama
di semua negara sehingga dapat ditarik suatu generalisasi yang dapat berlaku
umum. Oleh karena itu kajian-kajian ilmu-ilmu sosial mencoba mencari
hukum-hukum yang berlaku secara umum, sehingga jika misalnya ada gejala –gejala
konflik politik atau sosial yang terjadi dalam suatu negara atau masyarakat
maka dapat diramalkan akan terjadi suatu revolusi atau perang.
2.
Sejarah Sosial dan Sosiologi Sejarah
Pembahasan mengenai sejarah
sosial seperti halnya mengurai benang kusut. Bagiamna memilah benang dengan
warna yang hampir sama dan bagaimana mencermati benda yang serupa tetapi tidak
sama. Boleh dikatakan bahwa sejarah sosial seperti disebut di atas, mengandung
dua dimensi ilmu pengetahuan, yaitu sejarah dan sosiologi. Katakanlah seperti
saudara kembar, sejarah dan sosiologi mempunyai ciri khasnya sendiri-sendiri.
Dalam
perkembangan pengetahuan sejarah dan sosiologi berdiri sendiri-sendiri dan
tidak saling menyapa, bahkan para pendukungnya pun dengan angkuh dan sombong
memuji kehebatan ilmunya masing-masing. Rupanya kesombongan itu terbentur pada
kenyataan bahwa ilmu pengetahuan seperi halnya kebutuhan sosial masyarakat yang
memerlukan bantuan ilmu lain. Disini juga berlaku ungkapan yang berbunyi “Bersatu
kita teguh bercerai kita jatuh”.
Untuk
menjelaskan ciri khas masing-masing ilmu sudah selaykanya harus saling kenal,
menyapa dan tahu identitasnya guna menghasilkan cita-cita bersama yaitu
mengungkapkan kondisi sejarah obyektif. Perlu diketahui bahwa kedudukan ilmu
sejarah sendiri mengalami perubahan. Sebagaimana diketahui bahwa perkembangan
ilmu di tanah air ditanmkan oleh pemerintah Belanda yabg sudah tahu membawa
aspirasi keilmuannya dengan menggolongkan ilmu sejarah ilmu humaniora, khususnya
dalam filologi. Dalam perkembangan muktahir setelah AS menjadi pusat
perkembangan ilmu sosial maka ilmu sejarah ditarik dan dikelompokkan dalam
ilmu-ilmu sosial, tentu saja hal ini ada agen-agenya, baik secara obyektif
sesuai dengan perkembangan dan kekuatan ilmu sosial dan juga lewat alumni yang
kemudian memegang posisi dalam pemerintahan dan mempunyai otoritas menentukan.
Baik
sejarah maupun sosiologi ada di bawah payung ilmu sosial dan humaniora dan
keduanya mempunyai mempunyai tujuan lukisan setiap kejadian secara rinci dan
unik. Perbedaannya, sejarah memilki sifat unik menuju spesifik sedangkan
sosiologi bersifat umum menuju generalisasi. Sejarah melihat gejala lewat
proses sedangkan sosiologi lewat struktur sosial. Sejarah bersifat deskrifif-naratif
sedangkan sosiologi bersifat analitis. Keduanya dapat juga bersifat kualitatif
dan kuantitatif, tetapi keduanya juga cenderung bersifat kualitatif. Hubungan
antar berbagai gejala ditentukan oleh hubungan kausalitas dapat dirumuskan
dengan menggunakan interpretasi atau daya taksir. Dari serangkaian ciri-ciri
ilmu sosial humaniora itu jelas bahwa ia bertendesi subjektif.
Menurut
aliran AS, ilmu sosial menempati posisi antara ilmu alam dan humniora yang
menunjukkan bahwa tindakan dan kelakuan manusi berlaku teratur dan ajeg. Ia
mengamati pola, struktur, lembaga dan kecenderungan dan hukum-hukum seperti
ilmu alam. Ternyata pengaruh ilmu sosial kuat sekali terhadap sejarah dan
terjadi pendekatan (rapproa-chement). Jadi, ilmu sejarah lebih dekat
dengan ilmu sosial daripada ilmu sastra (Sartono Kartodirdjo, 1992: 126-130).
SUBHANALLAH, Walaupun di Goyang Gempa Dahsyat, Imam tetap melanjutkan Shalat
Sebuah
video yang merekam siaran langsung salat jamaah di Musholla As-Syuhada Bali
menjadi viral di media sosial.
Saat
terjadinya gempa di Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu
(5/8/2018) malam, tempat ibadah ini tengah mengelar siaran langsung via fitur
Live Facebook.
Dalam video
yang diunggah akun Facebook Musholla As-Syuhada Blk itu merekam detik-detik
terjadinya gempa hingga guncangan usai.
Aksi Imam
masjid yang tetap melanjutkan shalat di tengah gempa di Lombok membuat Ustaz
Yusuf Mansur menangis.
Di akun
Instagram miliknya @yusufmansurnew, Ustaz Yusuf Mansur memposting video Imam
masjid tersebut, Senin (8/6/2018).
Tampak di
video yang diposting Ustaz Yusuf Mansur itu, seorang Imam masjid di Mushola
Asy-Syuhada tengah membaca surat Al Fatihah saat memimpin shalat berjamaah.
Di akhir
ayat bacaannya itu, tampak masjid mulai bergoyang yang ditandai dengan para
jamaah mulai bergoyang.
Goyangan
terlihat semakin kencang, dan beberapa makmumnya berlarian ke luar untuk
menyelamatkan diri.
Namun Imam
masjid itu tampak masih terus melanjutkan shalat dan bacaan surat Al Fatihah.
Kemudian
terlihat beberapa makmum masih ada yang mengikutinya dan mengucapkan Aamiin.
Goncangan
pun terlihat makin kencang, bahkan membuat Imam masjid tersebut harus
meletakkan tangan kirinya untuk berpegangan ke tembok.
Melihat
imam masjid yang masih berdiri melanjutkan shalat, terlihat beberapa makmum
yang berdiri di belakangnya itu maju ke depan menemani sang imam.
Imam masjid
itu melanjutkan shalatnya dengan mambaca ayat kursi.
Minggu, 05 Agustus 2018
Gempa 7,0 SR Guncang Lombok dan Berpotensi Stunami
Gempa dengan magnitude cukup besar baru saja mengguncang
wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dalam siaran
resminya menyebutkan, gempa memiliki magnitude 7,0 Skala Richter, terjadi pada
pujul 18.46.35 WIB, Minggu, 5 Agustus 2018.
Tercatat, lokasi gempa berada pada titik koordinat 8.25
Lintang Selatan, 116.46 Bujur Timur atau sekitar 27 kilometer timur laut Lombok
Utara, NTB.
Pusat gempa berada di lautan pada kedalaman 10 kilometer.
Hingga berita ini diturunkan belum ada informasi terkait dampak akibat gempa tersebut.
Pada saat terjadinya gempa warga berhamburan keluar rumah, gedung tinggi maupun apartemen-apartemen. gempa tersebut membuat warga panik, apalagi gempa berpotensi stunami.





















