Tema Gambar Slide 1

Tema Gambar Slide 1

Tema Gambar Slide 2

Tema Gambar Slide 2

Tema Gambar Slide 3

Tema Gambar Slide 3

Kamis, 16 Agustus 2018

KARNAVAL DI PEUSANGAN DI HARI KEMERDEKAAN

Peserta Gerak Jalan Indah SDN 8 Peusangan



Bireuen, Matangglumpangdua, Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, karnaval di wilayah kecamatan peusangan di adakan pada hari Rabu tanggal 15 Agustus 2018. acara karnaval di rencakan mulai pukul 16.00 Wib sampai dengan selesai. Sekolah dalam wilayah Kecamatan Peusangan sangat antusias dalam mengikuti acara karnaval. Peserta karnaval terdiri dari tingkat SD, SMP dampai SMA Sederajat. Tak mau ketinggalan juga, SD Negeri 8 Peusangan yang berada di Desa Matang Sagoe Kecamatan Peusangan ikut andil dalam acara ini.

Bapak Abdullah, M. Pd, selaku Kepala Sekolah SDN 8 Peusangan sangat mendukung acara ini serta  sudah mempersiapkan jauh jauh hari anggota-anggota dalam pawai karnaval, mulai dari tingkat kelas 4, 5 dan 6. 

SD Negeri 8 Peusangan selalu ikut andil setiap tahunnya, mulai dari lomba olahraga (Sepak Bola), Gerak Jalan Indah serta Karnaval dan acara acara Lomba lainnya.

Peserta Karnaval





Nonton Vidio Karnaval di SINI

Berikut juga ada denah atau Rute yang akan di tempuh peserta Karnaval



Rute Karnaval Dalam Wilayah Kecamatan peusangan Matangglumpangdua Bireuen. 15 Agustus 2018.

Untuk Tingkat SD dimulai dari Lapangan Bola Kaki Blang Asan finish sampai MAN Peusangan, sedangkan SMP dan SMA Finish sampai dengan simpang desa Matang Sagoe.



Kamis, 09 Agustus 2018

INI DIA LARANGAN PENGGUNAAN BOP PAUD SESUAI JUKNIS 2018



INI DIA BEBERAPA LARANGAN PENGGUNAAN DAK NONFISIK BOP PAUD
Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini yang selanjutnya disingkat BOP PAUD adalah program pemerintah untuk membantu penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan anak usia dini yang diberikan kepada satuan pendidikan anak usia dini dan satuan pendidikan non formal yang menyelenggarakan program pendidikan anak usia dini untuk mendukung kegiatan operasional pendidikan.

DAK Nonfisik BOP PAUD yang diterima oleh Satuan PAUD atau Satuan Pendidikan Nonformal tidak boleh digunakan untuk hal-hal berikut:
1.      Disimpan dengan maksud dibungakan
2.      Dipinjamkan kepada pihak lain
3.      Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas Satuan PAUD atau Satuan Pendidikan Nonformal
4.      Membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh unit pelaksana teknis daerah kecamatan/kabupaten/kota/provinsi/pusat, atau pihak lainnya, kecuali untuk menanggung biaya peserta didik/pendidik yang ikut serta dalam kegiatan tersebut
5.      Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi pendidik/peserta didik untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris PAUD), kecuali bagi peserta didik miskin
6.      Digunakan untuk rehabilitasi ringan
7.      Membangun gedung/ruangan baru
8.      Pembelian alat permainan edukatif dalam ruang dan luar ruang
9.      pembelian barang fisik seperti laptop, komputer, printer, tape recorder, LCD proyektor dan sebagainya
10. Pembelian mebel
11. Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat atau pemerintah daerah secara penuh/wajar
12. Membiayai kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasional Satuan PAUD atau Satuan Pendidikan Nonformal, misalnya membiayai iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional, upacara keagamaan/acara keagamaan, iuran organisasi, dan lain sebagainya
13. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/pendampingan terkait program DAK Nonfisik BOP PAUD /perpajakan program DAK Nonfisik BOP PAUD yang diselenggarakan Satuan Pendidikan Nonformal di luar satuan kerja perangkat daerah pendidikan provinsi/ kabupaten/kota dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
14. Membeli buku, alat, dan bahan pembelajaran/bahan main yang mengandung kekerasan, paham kebencian, pornografi dan suku, agama, dan ras
15. Membiayai keperluan apapun di luar RKAS yang telah diajukan oleh Satuan PAUD dan Satuan Pendidikan Nonformal

Juknis BOP PAUD Tahun 2018 dapat Unduh di SINI


Rabu, 08 Agustus 2018

APLIKASI DAPODIK PAUD 2018/2019 AKAN SIAP DIRILIS




PENJELASAN TENTANG APLIKASI

Aplikasi Paud Dikmas adalah aplikasi yang digunakan untuk melakukan penjaringan Data Pokok Pendidikan Usia Dini, Non Informal dan Informal – Pendidikan Masyarakat (. PAUD-DIKMAS) yang terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh entitas lembaga pemerintahan dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Aplikasi Dapodik PAUD VERSI 3.3.0 2018


  • DAFTAR PERUBAHAN

  • Registrasi Offline










  • Sinkronisasi Offline
Dalam sinkronisasi Dapodik PAUD terdapat 2 metode, yaitu Sinkronisasi secara online dan offline. Metode ini harus diterapkan secara konsisten.

Penjelasan:

1. Sinkronisasi Online.

Ketika registrasi dilakukan secara online, maka sinkronisasi juga harus dilakukan secara online. Metode ini seperti versi sebelumnya (versi 3.0.0 s/d versi 3.2.2).

2. Sinkronisasi Offline.

Sebaliknya jika registrasi dilakukan secara offline maka sinkronisasi pun harus dilakukan secara offline, yaitu dengan mengirimkan file backup sinkron untuk diupload melalui bantuan dinas setempat atau melalui link manajemen paud-dikmas. Metode registrasi offline dilakukan dengan cara mendaftarkan data pengguna/operator lembaga melalui manajemen paud- dikmas, kemudian mendownload file prefill yang akan digunakan untuk registrasi secara offline di aplikasi Dapodik PAUD.

Sinkronisasi Offline


Catatan:: Registrasi dan sinkronisasi offline hanya diberlakukan untuk 
beberapa wilayah yang sudah ditentukan oleh Ditjen PAUD-Dikmas, 
Kemdikbud. Untuk wilayah selain yang sudah ditentukan, supaya tetap 
menggunakan metode sinkronisasi online.







operator sekolah dapat memantau dan melihat perkembangan mengenai aplikasi dapodik dan kapan dirilis aplikasi dapodik, info mengenai Dapodik PUAD dan DIKMAS bisa di pelajari dalam web resmi https://dapo.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/


HASIL PENGUMUMAN PPG 2018



Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar profesional guru. Guru profesional merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas.

Sesuai dengan jadwal bahwa pengumuman PPG 2018 yang akan dipublikasikan , apakah anda sudah tau cara cek pengumuman PPG tersebut? 

Berikut kami akan berikan info update mengenai Lihat Pengumuman PPG 2018 Daftar Nama Kelulusan Resmi.

Setelah pretes yang berlangsung semuanya tentu penasaran siapa saja yang masuk dan boleh ikut diklat PPG gelombang pertama, dan penentuan siapa yang akan ikut Diklat PPG ini adalah yang memperoleh nilai tinggi dari standar kelulusan.

Cara Pertama : Silahkan akses Situs Resmi PPG 2018

Cara melihat hasil pengumuman nya bisa di akses melali http://ap2sg.sertifikasiguru.id/pub/index.php?pg=pretes


bagi yang ingin melihat informasi terbaru yang ada, anda harus sering sering melihat informasi dan penjelasannya mengenai sertifikasi guru, di SINI

Cara Kedua : Menghubungi admin operator dinas pendidikan

bagi yang juga tidak menemukan info pengumuman kelulusan di web resmi maka bisa langsung menghubungi operator dinas pendidikan Kabupaten masing-masing untuk mendapatkan rilis daftar nama yang lulus dalam pretes PPG tahun 2018.

Baca Juga : Kalender Pendidikan Aceh Terbaru 2018/2019


Selasa, 07 Agustus 2018

Kalender Pendidikan Aceh Terbaru 2018/2019






BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan Aceh menandatangani Kelender Pendidikan Aceh tahun ajaran 2018/2019 di aula hotel permata hati Selasa 07/08/2018

Sebelum Kelender Pendidikan Aceh ini di tandatangani, Syaridin mengulas bahwa kalender pendidikan adalah pedoman pelaksanaan kegiatan di sekolah. Kelender ini juga sudah terakomodar kearifan lokal yaitu bernuansa Islami. Dalam kalender Pendidikan sudah termasuk libur hari hari besar Islam, seperti libur mengang dan lebaran Idul Fitri dan idul Adha, “ulas mantan Kadisdik kota Banda Aceh di hadapan Kadisdik dan Kankemenag kabupaten kota.

Syaridin menambahkan selain hari libur Nasional, keagamaan Islam, juga mengatur hari libur semester dengan memperhatikan hari efektif yang menjadi hak anak untuk belajar di sekolah. Hari efektif semester I adalah 129 hari 21 Minggu dan 122 hari 20 Minggu efektif untuk semester II.

Kalender Pendidikan di SINI
atau di SINI
Kakankemenag Kota Langsa, Drs. Salahuddin, M.Pd mewakili Kakanwil Kemenag Aceh ikut menyaksikan prosesi penandatanganan kalender Pendidikan Aceh. Kami dari Kankemenag sudah siap ikut aturan yang termaktub dalam kalender ini. Salahuddin juga menyahuti dan siap ikut aturan PPDB tahun 2019 dengan waktu bersamaan dengan semua sekolah termasuk kami MI, MTs dan MA seluruh Aceh.

Syaridin juga meminta tidak ada lagi sekolah baik TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA SMK/MA melakukan kegiatan berbeda beda. “Bila libur bersama, ujian juga bersama, “ajak Syaridin.

Majelis Pendidikan Daerah harus bisa menjembatani antara dinas cabang, Dinas Pendidikan kabupaten dan Kankemenag agar kebersamaan dapat terwujud sehingga iklim kondusif akan tercipta di semua sekolah.


Senin, 06 Agustus 2018

Perbedaan Dejarah dan Ilmu Sosial Lainnya


Perbedaan Sejarah Dengan Ilmu Sosial Lainnya


Perbedaan Sejarah Dengan Ilmu Sosial Lainnya – Persamaan ilmu sejarah dengan ilmu sosial lainnya adalah obyek yang dimiliki sama, yaitu manusia. Terdapat beberapa jenis pengetahuan manusia (human knowledge) yang umumnya diklasifikasikan menjadi tiga,yaitu ilmu-ilmu alamiah (natural sciences), ilmu-ilmu sosial (social sciences), dan ilmu-ilmu kemanusiaan (humanities) atau sering disebur humaniora.



Humaniora mempelajari sejarah dari apa yang telah dibuat dan dipikirkan manusia melalui penelitian. Pokok-pokok kajian humaniora adalah filsafat, sastra, sejarah, dan seni. Dengan tetap berpegang pada asas-asas keilmuan, dalam penulisannya sejarawan memerlukan bahasa dan seni.

Di sinilah sejarah masuk dalam kategori kelompok humaniora. Hal ini disebabkan sejarawan menggunakan seni dan retorika dalam melakukan deskripsi dan narasi sejarah.



Perbedaan Sejarah Dengan Ilmu Sosial Lainnya

Sama dengan ilmu-ilmu sosial lainnya, sejarah mempunyai metodologi penelitian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Langkah-langkah heuristik dan kritik sumber adalah metode ilmiah sejarah yang harus dapat dipenanggungjawabkan.

Fokus kajian sejarah adalah manusia dan hubungannya dengan manusia lain, sama halnya dengan kajian dalam ilmu-ilmu sosiologi, antropologi, psikologi, geografi, ekonomi, dan sebagainya. Namun demikian, antara ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial lainnya memiliki perbedaan  seperti berikut ini.

Sejarah Terikat Oleh Waktu
Sejarah sangat menekankan faktor waktu, seperti kapan peristiwa tersebut terjadi, di mana, oleh siapa, dan sebagainya. Sementara ilmu sosial yang lain bersifat umum. Kronologi merupakan ciri khas utama yang membedakan illmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial lainnya.

Sejarah Terikat Oleh Tempat
Keterikatan sejarah oleh ruang atau spasial dikarenakan sejarah memiliki sifat yang unik dan einmalig (terjadi hanya sekali). Artinya, bahwa kejadian sejarah hanya sekali terjadi, dan tidak mungkin peristiwa sejarah terulang lagi. Dengan demikian tidak ada istilah sejarah berulang, yang ada adalah kemiripan peristiwa dalam sejarah.

Sejarah Menekankan Kekhususan
Kecerikatan akan tempat dan waktu menjadjkan sejarah sebagai kajian yang unik atau khusus. Dalam kajian sejarah, ketika membicarakan perlawanan rakyat Indonesia di berbagai daerah dalam menentang kolonialisme dan imperialisme Barat, akan mengutamakan kekhususan perlawanan­ perlawanan tersebut

Sejarah Bersifat Unik Sedangkan Ilmu Sosial Bersifat Generik
Penelitian sejarah akan mencari hal-hal yang unik, khas, hanya berlaku pada sesuatu, disitu (di tempat itu dan waktu itu) sejarah menulis hal-hal yang tunggal dan hanya sekali terjadi. Topik-topik sejarah misalnya Revolusi Indonesia, Pertempuran Surabaya. Revolusi Indonesia hanya terjadi sekali. Sedang topik-topik ilmu sosial lainnya misalnya sosiologi hanya menerangkan hukum-hukum umum terjadinya suatu proses.

Sejarah Bersifat Diakronik
Sejarah bersifat diakronik (menenangkan proses), sedangkan ilmu sosial itu sinkronik (menenangkan truktur). Artinya sejarah itu memanjang dalam waktu, sedangkan ilmu sosial meluas dalam ruang. Sejarah akan membicarakan satu peristiwa tertentu dengan tempat tertentu, dari waktu A sampai waktu B.

Sejarah Bersifat Ideografis
artinya melukiskan, menggambarkan, memaparkan, atau menceritakan. Ilmu sosial nomotetis artinya berusaha mengemukakan hukum-hukum, misalnya sama-sama menulis tentang revolusi, sejarah dianggap berhasil bila ia dapat melukiskan sebuah revolusi secara mendetail hingga hal-hal yang terkecilpun. Sebaliknya ilmu sosial akan menyelidiki revolusi-revolusi dan berusaha mencari hukum-hukum yang umum berlaku dalam semua revolusi.

Sejarah Sosial dan Ilmu Sosial



SEJARAH SOSIAL DAN ILMU-ILMU SOSIAL

SEJARAH SOSIAL DAN ILMU-ILMU SOSIAL

1. Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial

            Sejarah sebagai ilmu, termasuk salah satu ilmu-ilmu sosial karena fokus kajiannya juga menyangkut  manusia, sebagaimana kajian dari ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, antropologi, politik, dan ekonomi. Namun cara pendekatannya mempunyai perbedaan dengan ilmu sosial lain. Sejarah lebih menitikberatkan pada perkembangan aktivitas manusia pada masa lampau. Bahkan Karl R. Popper dengan tegas mengatakan ilmu sosial adalah. Ilmu-ilmu sosial pun menggunakan pendekatan historis untuk dapat mengungkapkan kecenderungan-kecenderungan serta pola-pola umum sebelum melakukan ramalan-ramalan (prediksi) masa yang akan datang (Sartono Kartodirdjo, 1992:209).

1.1 Perbedaan Sejarah dengan Ilmu-ilmu Sosial lain
          Adapun hal-hal yang membedakan antara sejarah dengan ilmu-ilmu sosial lain yaitu:
  1. Faktor waktu.
  2. Pendekatan atau persfektif.

1.2 Perbedaan Berdasarkan Faktor Waktu dan Tempat
            Sejarah mempunyai kedudukan unik didalam rumpun ilmu-ilmu sosial. Meskipun sejarah termasuk sebagai salah satu dari ilmu-ilmu sosial, namun antara sejarah dan imu-ilmu sosial lainnya masih dapat dibedakan. Kajian sejarah terikat pada aspek temporal (waktu) terutama pada masa lampau (past). Faktor waktu ini menjadi pembeda antara sejarah dengan ilmu sosial lainnya, sehingga sering dikatakan bahwa sejarah adalah kajian yang berkaitan dengan manusia dan masyarakatnya pada masa lampau. Sedangkan ilmu-ilmu sosial mengkaji tentang manusia atau masyarakat manusia pada masa sekarang (present). Seringkali kajian dari ilmu-ilmu sosial itu digunakan untuk kepentingan masa yang akan datang atau untuk meramalkan (memprediksikan) kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masa-masa yang akan datang (future).
            Selain faktor waktu di kajian, sejarah juga terikat pada tempat (spasial) tertentu. Suatu peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan manusia atau masyarakat manusia pasti terjadi di suatu temapat tertentu. Kajian ilmu-ilmu sosial bukanlah tidak memperhatikan masa lampau tertentu, tetapi aspek kelampauan dan tempat khusus ini tidak terlalu dihiraukan.

1.3 Perbedaan Berdasarkan Pendekatan atau Persfektif
            Selanjutnya antara sejarah dan ilmu-ilmu sosial lainnya berbeda dalam pendekatan atau persfektif. Jika sejarah menggunakan pendekatan diakronik, maka ilmu-ilmu sosial menggunakan pendekatan sinkronik. Kajian sejarah meskipun tidak identik dengan kronik, tetapi kronologi (urutan waktu) dari kejadian-kejadian kedudukannya sangatlah penting. Fenomena sejarah yang hendak ditandai secara utuh memerlukan suatu pendekatan diakronik. Sebaliknya ilmu-ilmu sosial mencoba melihat fenomena peristiwa-peristiwa yang hampir sama pada tempat-tempat berbeda atau pada waktu yang berbeda-berbeda sehingga kelihatannya sebagai garis mendatar atau horizontal. Dengan saling ketergantungan fungsi unsur-unsur sehingga fenomena sebagai suatu kesatuan dapat ditandai dengan tepat.

1.4 Contoh Perbedaan Berdasarkan Pendekatan atau Persfektif
            Salah satu contoh tentang aspek diakronik dan sinkronik, dapat dilihat  pada perbandingan beberapa revolusi yang pernah terjadi di dunia. Revolusi Amerika (1776), Perancis (1789), Rusia (1917) dan Indonesia (1945). Dalam membahasa Revolusi itu sejarah akan melihat perbedaan antara keempat revolusi tersebut. Perbedaan itu bukan saja menyangkut aspek waktu dan tempat melainkan juga sebab musabab dan para pelakunya. Oleh sebab itu sejarah akan mempelajari secara individual setiap revolusi itu. Tinjauan sejarah akan mengkaji tentang masa-masa sebelum revolusi itu. Jadi sejarah melihat asal mula (genesis) dari revolusi ke masa-masa sebelumnya serta perkembangan selanjutnya dari masing-masing revolusi itu. Di Amerika ada konflik kepentingan antara pemahaman para kolonis yang ingin melepaskan diri dan merdeka dan merdeka dengan negeri induknya (Inggris) yang tetap ingin mempertahankan koloninya; di Perancis terjadi konflik kepentingan antara rezim lama yang absolut dengan golongan kelas menengah yang ingin berkuasa secara politis; dan Indonesia ada konflik antara kolonialis Belanda yang ingin kembali menjajah dengan bangsa Indonesia yang baru merdeka dan ingin tetap mempertahankannya. Jadi fenomena konflik yang lebih mendalam menjadi kepedulian utama daripada sejarah asal-usul timbulnya revolusi. Adapun data sejarah dari masing-masing negara yang dipergunakan oleh ilmu-ilmu sosial adalah sekedar alat untuk memperkuat argumentasi bagi generalisasi atau hukum yang ingin ditariknya.
            Ilmu-ilmu sosial akan mencoba membahas persamaan dari semua revolusi itu tanpa terlalu memperhatikan perbedaan wakyu dan tempat-tempat terjadinya revolusi itu. Ilmu politik misalnya akan mengkaji fenomena atau proses politik atau sosial yang sama seperti revolusi atau perang kemerdekaan yang terjadi dimana saja atau kapan saja di muka bumi ini jika situasi atau kondisinya serupa dengan di Amerika, Perancis, Rusia ataupun Indonesia. Ilmu sosial melihat pada perbedaan waktu dan tempat, melainkan pada persamaan adanya situasi dan kondisi konflik kepentingan yang menyebabkan timbulnya revolusi itu.
            Pengkajian sejarah lebih menekankan pada kekhasan atau kekhususan dari masing-masing revolusi atau perang kemerdekaan. Revolusi Amerika misalnya dikaji lebih mendalam mengenai sebab musabab serta perkembangan revolusi sehingga tampak kekhasannya jika dibandingkan dengan revolusi di negara lain. Oleh karena itu sejarah disebut juga sebagai kajian ideografik atau partikuristik, kekhasan. Menurut Ankersmith (1984: 251-252) Sejarah melukiskan dan menafsirkan suatu peristiwa yang hanya satu kali terjadi. Sebaliknya kajian-kajian ilmu-ilmu sosial akan menekankan pada fenomena-fenomena yang sama di semua negara sehingga dapat ditarik suatu generalisasi yang dapat berlaku umum. Oleh karena itu kajian-kajian ilmu-ilmu sosial mencoba mencari hukum-hukum yang berlaku secara umum, sehingga jika misalnya ada gejala –gejala konflik politik atau sosial yang terjadi dalam suatu negara atau masyarakat maka dapat diramalkan akan terjadi suatu revolusi atau perang.

2. Sejarah Sosial dan Sosiologi Sejarah

            Pembahasan mengenai sejarah sosial seperti halnya mengurai benang kusut. Bagiamna memilah benang dengan warna yang hampir sama dan bagaimana mencermati benda yang serupa tetapi tidak sama. Boleh dikatakan bahwa sejarah sosial seperti disebut di atas, mengandung dua dimensi ilmu pengetahuan, yaitu sejarah dan sosiologi. Katakanlah seperti saudara kembar, sejarah dan sosiologi mempunyai ciri khasnya sendiri-sendiri.
            Dalam perkembangan pengetahuan sejarah dan sosiologi berdiri sendiri-sendiri dan tidak saling menyapa, bahkan para pendukungnya pun dengan angkuh dan sombong memuji kehebatan ilmunya masing-masing. Rupanya kesombongan itu terbentur pada kenyataan bahwa ilmu pengetahuan seperi halnya kebutuhan sosial masyarakat yang memerlukan bantuan ilmu lain. Disini juga berlaku ungkapan yang berbunyi “Bersatu kita teguh bercerai kita jatuh”.
            Untuk menjelaskan ciri khas masing-masing ilmu sudah selaykanya harus saling kenal, menyapa dan tahu identitasnya guna menghasilkan cita-cita bersama yaitu mengungkapkan kondisi sejarah obyektif. Perlu diketahui bahwa kedudukan ilmu sejarah sendiri mengalami perubahan. Sebagaimana diketahui bahwa perkembangan ilmu di tanah air ditanmkan oleh pemerintah Belanda yabg sudah tahu membawa aspirasi keilmuannya dengan menggolongkan ilmu sejarah ilmu humaniora, khususnya dalam filologi. Dalam perkembangan muktahir setelah AS menjadi pusat perkembangan ilmu sosial maka ilmu sejarah ditarik dan dikelompokkan dalam ilmu-ilmu sosial, tentu saja hal ini ada agen-agenya, baik secara obyektif sesuai dengan perkembangan dan kekuatan ilmu sosial dan juga lewat alumni yang kemudian memegang posisi dalam pemerintahan dan mempunyai otoritas menentukan.
            Baik sejarah maupun sosiologi ada di bawah payung ilmu sosial dan humaniora dan keduanya mempunyai mempunyai tujuan lukisan setiap kejadian secara rinci dan unik. Perbedaannya, sejarah memilki sifat unik menuju spesifik sedangkan sosiologi bersifat umum menuju generalisasi. Sejarah melihat gejala lewat proses sedangkan sosiologi lewat struktur sosial. Sejarah bersifat deskrifif-naratif sedangkan sosiologi bersifat analitis. Keduanya dapat juga bersifat kualitatif dan kuantitatif, tetapi keduanya juga cenderung bersifat kualitatif. Hubungan antar berbagai gejala ditentukan oleh hubungan kausalitas dapat dirumuskan dengan menggunakan interpretasi atau daya taksir. Dari serangkaian ciri-ciri ilmu sosial humaniora itu jelas bahwa ia bertendesi subjektif.
            Menurut aliran AS, ilmu sosial menempati posisi antara ilmu alam dan humniora yang menunjukkan bahwa tindakan dan kelakuan manusi berlaku teratur dan ajeg. Ia mengamati pola, struktur, lembaga dan kecenderungan dan hukum-hukum seperti ilmu alam. Ternyata pengaruh ilmu sosial kuat sekali terhadap sejarah dan terjadi pendekatan (rapproa-chement). Jadi, ilmu sejarah lebih dekat dengan ilmu sosial daripada ilmu sastra (Sartono Kartodirdjo, 1992: 126-130).